Jumat, 07 Mei 2010

Kumpulan Berita Terkait Pengumuman Hasil Ujian Nasional (UN) Tingkat SMP/MTs Tahun 2010

Pengantar

Bukan demi maksud mengejar traffic atau hit stats sehingga saya menuliskan kembali postingan dengan tema Pengumuman Hasil Ujian Nasional (UN) Tingkat SMP/MTs Tahun 2010 namun lebih karena upaya dokumentasi berita saja. Karena jika tidak disimpan dalam suatu wadah tersendiri khawatir malah akan kelupaan untuk mencari berita terkait di masa mendatang. Lagipula sebenarnya tidak sulit kok untuk mengumpulkan berita-berita seputar pengumuman hasil UN tingkat SMP/MTs tahun 2010 tersebut mengingat begitu banyak kini koran online yang menuliskan berita tersebut. Harian Kompas online saya kira merupakan salahsatu sumber referensi utama saya dalam pengambilan berita karena selalu menyajikan berita seputar dunia pendidikan terupdate bahkan dalam hitungan jam. Mengingat juga salahsatu fungsi blog ini ialah mendokumentasikan segala tulisan, berita atau artikel seputar dunia pendidikan (terutama dunia guru dan madrasah) yang dipandang memiliki nilai manfaat dan dapat dijadikan bahan kajian berikutnya baik oleh pemilik blog ini maupun oleh pengunjung yang kebetulan nyasar di blog sini.
Banyak hal menarik sebenarnya yang bisa didiskusikan mengenai fenomena pengumuman hasil ujian nasional (UN) SMP/MTs tahun 2010 ini, mulai dari jumlah statistik angka kelulusan per daerah, terutama berita yang menyebutkan sejumlah daerah yang pada tahun sebelumnya angka kelulusannya tinggi tiba-tiba tahun ini merosot, demikian pula sebaliknya. Juga mencermati berita tentang dominasi para siswi perempuan yang menempati peringkat  3 besar perolehan hasil ujian nasional tingkat SMP/MTs tahun 2010 ini. Namun untuk tidak mengurangi kenyamanan pembaca dan pemburu berita seputar Pengumuman Hasil Ujian Nasional Tingkat SMP/MTs Tahun 2010 ini, saya persilakan anda sendiri yang menentukan selera anda dan mungkin merefleksikan sendiri berita-berita yang disajikan dalam blog ini. Sengaja berita-beritanya saya kutip utuh agar para pembaca tidak perlu membuka tab-tab baru lagi untuk mengklik link yang saya cantumkan dan sekaligus agar memudahkan pengunjung untuk menyimpan halaman ini dan membacanya kembali secara offline demi penghematan waktu dan pulsa (bagi yang mengakses via hp). Selamat menyimak….

35.567 Siswa SMP di Jatim Tak Lulus UN

Kamis, 6 Mei 2010 | 11:56 WIB
SURABAYA, KOMPAS.com – Sebanyak 35.567 siswa sekolah menengah pertama (SMP) dan madrasah tsanawiyah (MTs), baik negeri maupun swasta, di Jawa Timur tidak lulus ujian nasional (UN) Tahun 2010.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Suwanto, di Surabaya, Kamis (6/5/2010), mengatakan, persentase ketidaklulusan UN SMP/MTs tahun ini mencapai 6,66 persen dari jumlah peserta sebanyak 534.011 siswa.
“Dibandingkan UN SMP/MTs tahun lalu, angka ketidaklulusan tahun ini lebih tinggi,” katanya di kantor Disdik Jatim, Jalan Genteng Kali, Surabaya.
Tahun lalu, angka ketidaklulusan UN siswa SMP/MTs tercatat 15.974 siswa atau sekitar 3,13 persen dari total peserta sebanyak 510.033 siswa.
“Dengan demikian, angka ketidaklulusan siswa SMP/MTs tahun ini meningkat 3,52 persen dibandingkan tahun lalu,” papar Suwanto.
Ketidaklulusan tertinggi terjadi pada SMP Terbuka yang persentasenya mencapai 28,92 persen, sedangkan SMP dan MTs, masing-masing sebesar 7,01 persen serta 4,71 persen.
Dari 288 SMP Terbuka di Jawa Timur, sebanyak 27 lembaga di antaranya 100 persen siswanya tidak lulus UN tahun ini.
Sementara itu, dari 1.461 SMP di Jatim, terdapat 23 lembaga yang 100 persen siswanya yang tidak lulus UN, sedangkan MTs yang berjumlah 1.754 lembaga, terdapat empat lembaga siswanya tak lulus UN 100 persen.
Bagi siswa SMP yang tak lulus UN diberi kesempatan mengikuti UN ulang pada 17-20 Mei 2010, atau sepekan setelah pelaksanaan UN ulang untuk SMA, MA, dan SMK.
“Mengenai tempat UN ulang, kami serahkan sepenuhnya kepada ketua panitia penyelenggara UN kabupaten/kota,” tutur Suwanto menjelaskan.
Untuk soal-soal UN ulang akan didistribusikan pihak Disdik Jatim ke setiap polres/polresta dengan didampingi aparat kepolisian, pengawas, dan tim dari Institut Tekonologi Sepuluh Nopember atau ITS Surabaya.
Kemudian, pihak penyelenggara mengambil soal-soal UN tersebut ke kantor kepolisian dengan didampingi aparat kepolisian setempat.
“Demikian juga untuk pengembalian, kami meminta disatukan lebih dulu di polres/polersta sebelum petugas kami mengambilnya,” ucapnya menegaskan.
Suwanto mengimbau para siswa SMP/MTs tidak perlu melakukan konvoi dan coret-coret seragam sekolah untuk merayakan kelulusan UN.
Sumber : http://edukasi.kompas.com/read/2010/05/06/11562240/35.567.Siswa.SMP.di.Jatim.Tak.Lulus.UN

Foke Prihatin, 39.179 Siswa SMP Gagal UN

Kamis, 6 Mei 2010 | 16:55 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com – Rendahnya tingkat kelulusan ujian nasional (UN) tingkat sekolah menengah atas (SMA) kembali terulang di tingkat sekolah menengah pertama (SMP). Sebanyak 28,97 persen atau 39.179 siswa SMP dinyatakan tidak lulus UN. Bahkan angka kelulusan UN tahun ini mengalami penurunan cukup tajam dibanding tahun lalu yang mencapai 99,8 persen.
Data Dinas Pendidikan DKI Jakarta menyebutkan, dari 135.236 peserta UN SMP tahun 2010, hanya sebanyak 95.057 siswa atau 71,03 persen yang dinyatakan lulus. Sedangkan sisanya dinyatakan tidak lulus.
Rinciannya, dari total peserta UN SMP sebanyak 118.764 siswa, yang dinyatakan lulus 88.272 siswa (74,33 persen) dan yang tidak lulus sebesar 30.492 siswa (25,67 persen). Sedangkan dari 1.702 peserta UN SMP Terbuka, yang dinyatakan lulus hanya sebanyak  375 siswa (22,03 persen) dan tidak lulus 1.327 siswa (77,97 persen). Sementara dari 14.770 peserta UN Madrasah Tsanawiyah, 7.410 siswa (50,17 persen) dinyatakan lulus dan sebanyak 7.360 siswa (49,83 persen) tidak lulus.
Tingkat kelulusan UN SMP tahun ini lebih rendah dibanding tahun 2009. Dari 132.956 peserta UN, yang dinyatakan lulus 132.697 atau 99,805 persen. Sedangkan yang tidak lulus sebanyak 259 siswa atau 0,195 persen.
Sedangkan nilai rata-rata hasil UN untuk empat mata pelajaran yaitu Bahasa Indonesia 7,23, Bahasa Inggris 6,37, Matematika 6,31 dan IPA dengan nilai rata-rata 6,46. Siswa yang mendapatkan nilai 10 pada mata pelajaran Bahasa Indonesia ada 14 siswa, mata pelajaran Bahasa Inggris ada 271 siswa, mata pelajaran Matematika ada 1.150 siswa, dan IPA 1.406 siswa.
Rendahnya tingkat kelulusan UN SMP tahun ini membuat Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo prihatin. Fauzi Bowo mengatakan, meskipun pengumuman resmi dari Kementerian Pendidikan Nasional akan dikeluarkan pada Kamis sore (6/5/2010), namun Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menerima prediksi angka kelulusan UN SMP DKI Jakarta yaitu sebesar 71,03 persen. Sedangkan pengumuman kelulusan UN SMP 2010 akan diumumkan secara resmi kepada siswa peserta UN melalui SMS, telepon, website, email, surat via pos, kurir, dan ditempel pada papan pengumuman sekolah pada hari Jumat (7/5/2010), pukul 10.00.
“Saya mendapat kabar, Jakarta ada dalam posisi yang buruk. Saya prihatin dan tidak gembira dengan hasil ini,” kata Fauzi Bowo usai meresmikan 33 gedung sekolah di SMAN 77, Jakarta, Kamis (6/5/2010).
Fauzi Bowo mengakui hasil itu menunjukkan adanya penurunan angka kelulusan yang cukup signifikan. Artinya, ada puluhan ribu siswa SMP yang akan mengikuti UN ulangan yang akan digelar di 22 sub rayon pada 17-20 Mei 2010. Kendati demikian, Fauzi menegaskan angka kelulusan tersebut belum final untuk menggambarkan kualitas pendidikan di DKI Jakarta.
“Jangan langsung bilang hasil ini sudah final. Saya tegaskan angka ini belum final, masih bersifat sementara. Karena siswa yang tidak lulus masih diberi kesempatan untuk mengikuti UN ulangan,” ujarnya.
Namun, hasil UN utama itu merupakan peringatan keras bagi Pemprov DKI untuk melakukan pengkajian dan evaluasi UN secara serius. Agar mendapatkan formula tepat untuk mendongkrak angka kelulusan pada saat UN ulangan mendatang.
Untuk mendapatkan formula itu, Fauzi meminta seluruh stakeholder pendidikan melakukan evaluasi dan mengkaji secara mendasar, bukan mencari kambing hitam penyebab penurunan kelulusan. Pengkajian dan evaluasi melibatkan dewan pendidikan, Dinas Pendidikan DKI, Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) DKI Jakarta, serta orangtua yang tergabung dalam Komite Sekolah. Diharapkan hasil evaluasi dan kajian itu dapat dijadikan bahan masukan untuk perumusan dan penyesuaian kebijakan di bidang pendidikan yang akan dikeluarkan dalam waktu dekat ini.
“Saya sudah minta hal itu dilakukan sejak adanya tanda-tanda yang menunjukkan angka kelulusan SMA menurun. Saya mengajak seluruh stakeholder pendidikan untuk berpikir secara komprehensif dan integral untuk mengkaji dan memperbaiki hal-hal yang perlu diperbaiki untuk menjamin tingkat kompetitif pendidikan di ibu kota,” ungkapnya. Dengan begitu, Pemprov DKI dapat meningkatkan unsur kompetitif siswa DKI Jakarta agar bisa tetap berada di garis depan dibandingkan siswa provinsi mana pun di Indonesia.
Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Taufik Yudi Mulyanto, mengatakan akan melakukan analisis terkait komponen-komponen apa saja yang menjadi penentu dari hasil proses belajar yang diaktualisasikan dalam UN. “Analisis harus tajam dan harus selesai sebelum UN ulangan. Masih ada 10 hari lagi untuk mempersiapkan siswa yang belum lulus,” ujar Taufik.
Untuk mempersiapkan siswa menghadapi UN ulangan, Taufik sudah menginstruksikan sekolah agar memperhatikan kondisi psikis siswa sebelum membimbing mereka dalam kegiatan remedial (penguatan materi). Dia meminta sekolah melakukan pendekatan perorangan terhadap siswa dan orangtua agar tidak putus asa saat mengetahui anaknya tidak lulus UN. Kemudian dilanjutkan dengan kegiatan remedial setiap individu agar lebih efektif.
Sumber : http://edukasi.kompas.com/read/2010/05/06/16552537/Foke.Prihatin..39.179.Siswa.SMP.Gagal.UN

9,73 Persen Siswa SMP Harus Mengulang

Kamis, 6 Mei 2010 | 17:45 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com- Sekitar 9,73 persen dari total peserta Ujian Nasional Utama SMP/MTS/SMPT atau 350.798 peserta dinyatakan tidak lulus, sehingga harus mengikuti ujian ulang. Sedangkan jumlah peserta yang lulus persentasenya mencapai 90,27 persen atau sekitar 3.254.365 peserta.
Demikian disampaikan Menteri Pendidikan Nasional Muhammad Nuh saat jumpa pers di Kementrian Pendidikan Nasional, Jakarta, Kamis (6/5/2010). “Kalau yang harus mengulang, tidak perlu berkecil hati, masih ada kesempatan untuk ujian ulang 17 sampai 20 Mei,” kata Nuh.
Jumlah total peserta ujian SMP/MTs/SMPT yang harus mengulang tersebut terdiri dari 225.552 siswa sekolah negeri dan 125.000-an siswa sekolah swasta, dengan siswa yang terbanyak mengulang berasal dari Nusa Tenggara Timur.
“Yang penting, masih ada sekolah yang 0 persen kelulusannya. Nggak ada yang lulus 561 sekolah, dan yang lulus 100 persen 17.852 sekolah,” tambah Nuh.
Meskipun demikian, lanjut Nuh, angka kelulusan yang disampaikan hari ini hanyalah angka sementara yang belum dapat dievaluasi karena masih ada peserta ujian yang diperkenankan mengulang.
Adapun peserta ujian nasional SMP yang gagal di ujian utama kali ini harus mengikuti ujian ulang yang digelar 17-20 Mei dengan pengumuman kelulusan pada 25 Juni. “Kualitas soal, derajat kesulitan, tidak ada bedanya antara ujian utama dengan ujian ulang,” imbuhnya.
Sumber : http://edukasi.kompas.com/read/2010/05/06/17453152/9.73.Persen.Siswa.SMP.Harus.Mengulang

Wah… 561 SMP Lulus 0 Persen

Kamis, 6 Mei 2010 | 18:43 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com- Sebanyak 561 sekolah menengah pertama atau sekitar 1,31 persen dari total SMP di Indonesia dinyatakan lulus 0 persen. Artinya, semua siswa peserta ujian dari sekolah-sekolah tersebut tidak lulus semua dalam ujian nasional utama.
Demikian disampaikan Menteri Pendidikan Nasional Muhammad Nuh dalam jumpa pers di Kementrian Pendidikan Nasional, Jakarta, Kamis (6/5/2010) “Masih ada sekolah yang 0 persen kelulusannya. Nggak ada yang lulus ada 561 sekolah. Dari 561 sekolah ini ada 9.283 siswa atau 0,26 persen dari seluruh peserta ujian,” katanya.
Sekolah dengan tingkat kelulusan 0 persen tersebut paling banyak terdapat di Jawa Tengah, yakni 105 sekolah. Sedangkan di Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Sulawesi Utara, dan Kalimantan Selatan hanya 1 sekolah.
Sebaliknya, sebanyak 17.852 sekolah atau 41,64 persen dari total SMP di Indonesia dinyatakan lulus 100 persen. “Di sekolah yang lulus 100 persen itu ada 1.116.761 atau 31,32 persen siswa,” lanjut Nuh.
Sekolah-sekolah dengan tingkat kelulusan 100 persen itu paling banyak terdapat di Jawa Barat, yakni 3.423 sekolah. Bagi sekolah-sekolah dengan tingkat kelulusan 100 persen, kementrian pendidikan nasional akan memberikan penghargaan untuk memotivasi sekolah tersebut. Sedangkan untuk sekolah dengan tingkat kelulusan 0 persen, Mendiknas akan memberikan pembinaan.
Sebelumnya, sekitar 9,73 persen atau 350.798 peserta ujian nasional utama SMP dinyatakan tidak lulus dan harus mengulang UN pada 17-20 Mei. Siswa yang harus mengulang terbanyak ada di provinsi Nusa Tenggara Timur.
Sumber : http://edukasi.kompas.com/read/2010/05/06/18430817/Wah….561.SMP.Lulus.0.Persen

RANGKING UN SMP

Tulungagung dan Denpasar Peringkat Satu

Kamis, 6 Mei 2010 | 18:04 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com – SMP Negeri 1 Tulungagung, Jawa Timur, dan SMP Negeri 1 Denpasar, Bali, bersama-sama menduduki rangking pertama dalam daftar 102 besar SMP/sederajat yang mencapai kelulusan 100 persen pada ujian nasioal (UN) 2010. Demikian data dari Kementrian Pendidikan Nasional RI yang dikeluarkan Kamis (6/5/2010) sore tadi.
Peserta UN utama di SMP Negeri 1 Tulungagung sebanyak 394 siswa dan lulus seratus persen dengan nilai rata-rata 9,38. Sementara di SMP 1 Denpasar, siswa yang mengikuti UN sebanyak 292 dan lulus seratus persen dengan rata-rata nilai mencapai 9,38 atau sama dengan pencapaian siswa SMP Negeri 1 Tulungagung.
Dipaparkan sesuai data tersebut, secara berurutan atau peringkat sekolah-sekolah yang masuk dalam daftar 10 besar sekolah dengan kelulusan 100 persen tahun ini antara lain adalah:
  • 1. SMP Negeri 1 Tulungagung, (Tulungagung, Jawa Timur)
  • 2. SMP Negeri 1 Denpasar, (Denpasar, Bali)
  • 3. SMP Singapore National Academy Waru (Sidoarjo, Jawa Timur)
  • 4. Mts Tanfa’ul Ulum Kapungrembug (Lamongan, Jawa Timur)
  • 5. Mts Islami Sungai Jepun (Indragiri Hilir, Riau)
  • 6. Mts Al Islahiyah Binjai (Binjai, Sumut)
  • 7. SMP Abdi Negara (Lamongan, Jawa Timur)
  • 8. Mts Swasta Zending Islam Indonesia (Medan, Sumut)
  • 9. SMP Negeri 5 Yogyakarta (Yogyakarta, DIY)
  • 10. SMP Negeri 2 Sei Kapayang Satu Atap (Asahan, Sumut)
Sumber : http://edukasi.kompas.com/read/2010/05/06/18044551/Tulungagung.dan.Denpasar.Peringkat.Satu

RANGKING UN SMP

Siswi SMP 1 Karanganyar Peringkat Satu

Kamis, 6 Mei 2010 | 18:35 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com – Fitriyan Dwi Rahayu, siswi SMP Negeri 1 Karanganyar, Kebumen, Jawa Tengah, menduduki rangking pertama dalam daftar 5 besar siswa/siswi yang mencapai nilai rata-rata tertinggi pada ujian nasional (UN) SMP tahun 2010 ini. Fitriyan Dwi Rahayu memiliki rata-rata nilai 9,95.
Demikian data Kementrian Pendidikan Nasional RI yang dirilis Kamis (6/5/2010) sore tadi di Kemendiknas, Jakarta. Namun, Fitriyan tidak sendiri. Karena dengan nilai rata-rata yang sama, yaitu 9,95, dua siswi asal Bali, yaitu Ni Made Yuli Lestari (SMP Negeri 1 Gianyar) dan Ni Kadek Indra Puspayanti (SMP Negeri 1 Abiansemal) juga berhak menduduki peringkat teratas tersebut.
Sementara itu, rangking kedua diduduki Syifasari Diennabila, siswi SMP Negeri 30 (Jakarta Utara, DKI Jakarta) dengan nilai rata-rata 9,90, rangking ketiga oleh Ivan Kurniawan dari SMP Susteran Purwokerto (Banyumas, Jateng) dengan nilai rata-rata 9,89, peringkat empat oleh Nindhita Putrie Prabaswari dari SMP Negeri 115 (Jakarta Selatan, DKI Jakarta) dengan nilai rata-rata 9,85, rangking lima oleh Nania Marli dari SMP Tarakanita 3 (Jakarta Selatan, DKI Jakarta) dengan nilai rata-rata 9,84.
Sumber : http://edukasi.kompas.com/read/2010/05/06/18354099/Siswi.SMP.1.Karanganyar.Peringkat.Satu

Hebatnya Pelajar-pelajar Perempuan itu..

Kamis, 6 Mei 2010 | 20:06 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Mohammad Nuh mengaku bangga dan memuji para pelajar perempuan atau siswi SMP yang mendominasi perolehan prestasi di ujian nasional (UN) SMP tahun ini. Kebanggan dan pujian Mendiknas tersebut khususnya diberikan kepada tiga siswi daerah yang memperoleh nilai rata-rata UN tertinggi.
Demikian kebanggan dan pujian tersebut diungkapkan kepada Mendiknas di hadapan para wartawan di Jakarta, Kamis (6/5/2010). Ketiga siswa peraih peringkat teratas UN tersebut antara lain Fitriayan Dwi Rahayu, siswi SMP Negeri 1 Karanganyar, Kebumen, Jawa Tengah, Ni Made Yuli Lestari dari SMP Negeri 1 Gianyar, Bali, serta Ni Kadek Indra Puspayanti, siswi SMP Negeri Abiansemal, Badung, Bali, dengan rata-rata nilai 9,95.
“Mereka perempuan, dari kota kecil, bukan dari Semarang atau Jakarta. Itu menunjukkan bahwa yang namanya prestasi tidak serta merta didominasi oleh pelajar dari kota-kota besar. Buktinya, yang jadi juara bukan dari ibukota, tapi di kabupaten kota,” kata Nuh.
Bagi ketiga siswa berprestasi tersebut, lanjut Nuh, Kemendiknas akan memberikan penghargaan demi memotivasi siswa dan sekolah tempat siswa tersebut menerima pendidikan. Selain itu, lanjut Nuh, Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono berencana akan menyampaikan ucapan selamat kepada kepala sekolah ketiga siswi tersebut secara langsung.
“Mudah-mudahan Presiden akan telepon langsung ke kepala sekolah masing-masing. Kami pun akan memberikan penghargaan bagi sekolah terbaik,” ujarnya.
Menurut data Kemendiknas, pada UN SMP tahun 2010 ini lebih banyak siswi atau pelajar perempuan yang memeroleh nilai tertinggi dibanding laki-laki. Dari deretan 117 siswa teratas dengan nilai tertinggi, sebanyak 65,25 persennya atau sekitar 74 pelajar adalah perempuan. Sementara pelajar laki-laki hanya 43 siswa atau sekitar 36,75 persen.
Adapun siswa-siswi di jajaran top 117 dengan nilai tertinggi 96 di antaranya berasal dari SMP Negeri, sedangkan 21 lainnya di sekolah swasta. Jumlah pelajar SMP yang berprestasi itu terbanyak berasal dari sekolah di Bali, yang mencapai 30 orang siswa.
Sumber :  http://edukasi.kompas.com/read/2010/05/06/20060593/Hebatnya.Pelajar.pelajar.Perempuan.itu..

Ada 1.600 Siswa SMP Balikpapan Gagal Ujian Nasional

Kamis, 06 Mei 2010 | 13:51 WIB
ANTARA/Budi Afandi
TEMPO Interaktif, Balikpapan – Pemerintah Kota Balikpapan Kalimantan Timur menyatakan sedikitnya 1.600 siswa sekolah menengah pertama (SMP) – MTs dinyatakan gagal dalam ujian nasional tahun ini. Jumlah tersebut sebanyak 20 persen dari keseluruhan total 8.179 jumlah peserta UN SMP-MTs Balikpapan.
“Ada 20 persen yang dinyatakan gagal,” kata Wakil Wali Kota Balikpapan, Rizal Effendy, Kamis (6/5).
Sebanyak 8.179 siswa SMP-MTs Balikpapan sudah mengikuti UN sesuai standar Badan Nasional Standar Pendidikan. Para siswa di uji kemampuannya dalam empat mata pelajaran dasar yaitu Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Ilmu Pengetahuan Alam dan Matematika.
Rizal mengatakan, siswa SMP yang gagal UN didominasi sekolah-sekolah negeri yang notabene memiliki siswa berprestasi. Dia menyebutkan sejumlah sekolah negeri yang tinggi angka kegagalan UN yaitu SMP 8 dan SMP 6 Balikpapan.
Sebelumnya, dalam pengumuman UN SMA/SMK, Rizal mengatakan kegagalan para siswa yang cukup tinggi sebanyak 1.313 siswa. Kegagalan siswa Balikpapan didominasi siswa sekolah menengah kejuruan (SMK) hingga 34 persen dari total 3.312 peserta.
Kegagalan siswa SMK Balikpapan disebabkan adanya mata ujian baru UN yaitu teori dan praktek kejuruan yang baru dicoba pada tahun ini. Mata ujian teori dan praktek kejuruan, belum lazim dipergunakan dalam penyelenggaraan UN sebelumnya.
Sehubungan tingginya tingkat kegagalan UN SMP/SMA/SMK, Rizal akan melakukan evaluasi menyeluruh sehubungan proses belajar mengajar sekolah di Balikpapan. Dia mengaku akan memanggil Dinas Pendidikan Balikpapan dan sekolah bersangkutan untuk menelaah persiapan UN di masing masing tenaga pengajarnya.
Sumber : http://www.tempointeraktif.com/hg/nusa_lainnya/2010/05/06/brk,20100506-245987,id.html

Sebanyak 71 Ribu Siswa SMP di Jateng Harus Ujian Ulangan

Kamis, 06 Mei 2010 | 17:28 WIB
TEMPO Interaktif, Semarang – Dinas Pendidikan Nasional Jawa Tengah menyatakan, tingkat kelulusan peserta ujian nasional tingkat SMP di Jawa Tengah tahun ini hanya 85,09 persen. Dari 512.653 siswa, 71.805 di antaranya dinyatakan tak lulus. “Mereka harus mengikuti ujian nasional susulan pada 17-20 mei nanti,” kata Kepala Dinas Pendidikan Jawa Tengah Kunto Nugroho, Kamis (6/5). Pengumuman resmi kelulusan akan disampaikan oleh masing-masing sekolah secara serempak Jumat (7/5).
Siswa yang harus mengulang adalah 52.946 dari SMP, 14.737 dari MTs dan 4.122 dari SMP terbuka. Dibanding tahun lalu, tingkat kelulusan ini menurun. Tahun lalu, jumlah peserta ujian nasional tingkat SMP di provinsi ini mencapai 504.315 orang. Jumlah siswa yang lulus sebanyak 470.202 siswa (87,64 persen). Siswa yang tidak lulus sebanyak 34.113 siswa (12,36 persen).
Meski demikian, Kunto menolak jika dikatakan persentasi kelulusan kali ini menurun. Pasalnya, mereka yang tidak lulus, masih diberi kesempatan mengikuti ujian nasional ulangan. Jika pada ujian nasional ulangan tak lulus, mereka masih diperbolehkan mengikuti ujian persamaan. Hal ini berbeda dengan tahun sebelumnya yang tak diberlakukan ujian nasional ulangan.
Jika pada ujian nasional tingkat SMA, nilai siswa banyak yang jatuh pada ujian Bahasa Indonesia, tidak demikian halnya dengan ujian nasional tingkat SMP. Mata ujian yang paling banyak tak lulus adalah Bahasa Inggris sebanyak 36.451 siswa. Matematika sebanyak 36.020 siswa, IPA sebanyak 13.843 serta Bahasa Indonesia sebanyak 5.123 siswa. “Siswa hanya wajib mengulang pelajaran yang tak lulus saja,” tambah Kunto.
Sumber : http://www.tempointeraktif.com/hg/jogja/2010/05/06/brk,20100506-246100,id.html

Di Kota Pelajar, Sepuluh Ribu Siswa SMP Tak Lulus UN

Kamis, 06 Mei 2010 | 19:07 WIB
TEMPO Interaktif, Yogyakarta- Siswa SMP,MTs/SMPT di Daerah Istimewa Yogyakarta yang tidak lulus pada ujian nasional kemarin sebanyak 21,98 persen atau 10.800 siswa dari total 49.126 yang mengikuti ujian 2010. Sebanyak tujuh sekolah siswanya tidak lulus semua.
Kepala bidang standarisasi pendidikan dan perencanaan Dinas Pendidikan Provinsi DIY, Baskara Aji mengakui prosentase siswa yang lulus tahun lalu lebih banyak dibandingkan tahun ini. “Tahun lalu yang lulus 93,46 persen. Tapi hasil ujian hari ini kan belum final, jadi kami masih berharap angka tidak lulusnya tidak lebih dari tahun lalu,” kata Baskoro di Gedung DPRD DIY, Kamis, (6/5) 10.800 siswa yang tidak lulus itu masih diberi kesempatan ujian ulangan pada 17-20 Mei 2010.
Merosotnya nilai ujian nasional tahun lalu juga terlihat dari banyaknya sekolah yang siswanya gagal dalam ujian. Baskoro mengatakan tahun ini ada 7 sekolah dari 514 sekolah yang semuanya tidak lulus. “Tahun lalu cuma empat sekolah,” katanya. Sementara 27 sekolah si DIY, siswanya lulus semua. Wilayah Sleman, merupakan prosentase terbesar siswa tidak lulus tahun ini dengan capaian 24,08 atau 3007 siswa dari 12.490 siswa. Kota Yogyakarta di urutan kedua prosentase ketidaklulusan dengan angka 21,55 persen atau 1.763 siswa.
Urutan ketiga adalah Kulonprogo dengan prosentase ketidaklulusan 21,36 atau 1.391 siswa. Gunungkidul berada di urutan keempat dengan prosentase tidak lulus 21,19 persen dan jumlah tidak lulus 2.237. Terakhir, Bantul dengan prosentase tidak lulus 21,1 persen dari jumlah peserta 11.386 siswa atau tidak lulus 2.402.
Sementara itu, Dinas Pendidikan Provinsi DIY diminta memaparkan hasil evaluasi di Gedung DPRD DIY bersama anggota DPRD Kabupaten/Kota se-DIY mengenai nilai ujian SMA. Sadar Narimo mempertanyakan target siswa lulus ujian ulangan yang akan berlangsung pada (10/5). “Mestinya Dinas Pendidikan punya target untuk kelulusan ujian ulangan ini,” kata sadar. Atas pertanyaan itu, BAskoro mengatakan mereka tidak punya target. Hanya saja, mereka punya harapan siswa yang tidak lulus tahun ini paling tidak angkanya sama dengan tahun lalu. “Kalau tahun lalu angkanya 6,4 persen, maka harapannya siswa yang tidak lulus sama dari tahun lalu,” kata Baskoro.
Arif Kurniawan, Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Sleman menilai anjloknya nilai ujian SMA karena kesiapan para guru. Kedua sertifikasi guru menyebabkan mereka tidak fokus mendampingi murid. “Mereka harus mengurusi berkas sertifikasi dan mesti mengajar di sekolah lain untuk memenuhi mengajar selama 24 jam,” kata Arif.
Sumber : http://www.tempointeraktif.com/hg/jogja/2010/05/06/brk,20100506-246124,id.html

Ada 4.405 Siswa SMP Sulawesi Tengah Tak Lulus

Kamis, 06 Mei 2010 | 21:45 WIB
TEMPO Interaktif, Palu – Sebanyak 4.405 siswa atau 11,18 persen dari total 39.395 peserta Ujian Nasional tingkat SMP/sederajat di Sulawesi Tengah dinyatakan tidak lulus. Angka ketidaklulusan tersebut lebih rendah dibanding tahun sebelumnya yang tercatat 4.773 siswa atau 12,94 persen.
Kepala Dinas Pendidikan Daerah Sulteng Abubakar Ahmahdali Kamis malam (6/5) menyatakan Kabupaten Tojo Una-Una tercatat sebagai daerah dengan persentase siswa tidak lulus tertinggi yakni 25,76 persen atau 501 siswa dan 1.945 peserta UN.
Persentase terendah ditempati Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep) yakni 2,88 persen atau 77 siswa dari 2.673 peserta UN di daerah pulau ini. Selengkapnya tingkat ketidaklulusan per kabupaten adalah, Palu 4,62 persen, Donggala 6,95 persen, Banggai 7,6 persen, Morowali 10,38 siswa, Tolitoli 12,19 persen, Buol 12,42 persen, Parigi Moutong 13,07 persen, Poso 18,38 persen, dan Sigi 20,95 persen.
Abubakar Ahmadali menambahkan sebanyak lima sekolah seluruh siswanya yang mengikuti UN dinyatakan lulus 100 persen, antara lain SMP Model Madani Palu, SMP Negeri Satu Atap Palu, SMP Negeri 2 Luwuk Timur, dan SMP Alkhairaat Parigi. “Kita bersyukur ada peningkatan meski sedikit,” katanya.
Terdapat empat peserta UN mendapat nilai sempurna 10 untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia, 20 siswa di mata pelajaran Bahasa Inggris, 15 siswa di mata pelajaran matematika, dan mata pelajaran IPA 28 siswa.
Bagi siswa yang gagal UN dapat mengikuti ujian ulangan pada tanggal 17-20 Mei mendatang. Sebelumnua mereka mengikuti ujian nasional tingkat SLTP yang berlangsung pada 29 Maret hingga 1 April 2010. Di Palu, UN diikuti sebanyak 5.868 pelajar SMP/MTs.
Sumber : http://www.tempointeraktif.com/hg/nusa_lainnya/2010/05/06/brk,20100506-246155,id.html
adapun hasil Ujian Nasional SMP/MTs untuk wilayah propinsi Kalimantan Selatan dapat dilihat dari tabel berikut ini :

untuk gambar di atas diambil dari situs / blog Dinas Pendidikan Kabupaten Kotabaru

Sumber keseluruhan: http://izaskia.wordpress.com/2010/05/07/kumpulan-berita-terkait-pengumuman-hasil-ujian-nasional-tingkat-smpmts-tahun-2010/

Jumat, 30 April 2010

Makna Pendidikan Nasional

Tanggal 2 Mei tepatnya adalah hari Pendidikan Nasional. Hari dimana lahirnya pendidikan di Indonensia. Tanggal 2 Mei dijadikan sebagai hari Pendidikan Nasonal bertepatan dengan hari lahirnya salah satu tokoh pendidkan kita yaitu Ki Hajar Dewantara dengan nama asli: Raden Mas Soewardi. Mengulas sedikit tentang perjuangan untuk memajukan pendidikan di bumi Indonesia, beliau sempat mendirikan salah satu taman siswa pada 3 Juli 1922 untuk sekolah kerakyatan di Yogyakarta. Kemudian beliau juga sempat menulis berbagai artikel yang intinya memprotes berbagai kebijakan para penjajah (Belanda) yang kadang membunuh serta menghambat tumbuh dan berkembangnya pendidikan di Indonesia.

Bertolak dari usaha, kerja keras serta pengorbanan dirinya melalui surat keputusan Presiden RI No. 305 Tahun 1959, tanggal 28 November 1959 dinobatkan sebagai salah satu Pahlawan Pergerakan Nasional. Bahkan yang lebih menggembirakan dirinya di anggap sebagai Bapak Pendidikan untuk seluruh orang Indonesia, penghormatan itu terbukti dengan ditetapkan 2 Mei sebagai Hari Pendidikan Nasional.

Untuk mewujudkan dan membangun dunia pendidikan di Indonesia yang sedang diusahaknnya dalam penjajahan para penjajah Belanda beliau memakai semoboyan “Tut Wuri Handayani” semboyan ini berasal dari ungkapan aslinya “Ing Ngarsa Sung Tulada, Ing Madya Mangun Karsa”. Semboyan ini masih dipakai dalam dunia pendidikan kita hingga era reformasi ini. Bahkan dengan semboyan itu telah sedikit mengubah warna pendidikan kita di Indonesia saat ini.

Hari Pendidikan Nasional Tanggal 2 Mei 2009 mempunyai arti penting dalam kancah pendidikan nasional Indonesia. Memasuki abad 21 ini, pendidikan mempunyai arah tujuan yang jelas, yaitu memartabatkan manusia Indonesia di kancah internasional. Begitu juga baru saja bagi siswa-siswa SMA / MA, SMK, SMP/MTs dan di susul siswa SD/MI melaksanakan ujian nasional serta UASBN. Namun begitu, pendidikan di negeri ini belum beranjak melaju pesat menuju mutu yang memuaskan. Bila mau menengok ke belakang, ketika kemarin usai melaksanakan Ujian Nasional pada pelajaran matematika bagi siswa SMA/MA/SMK, raut wajah mereka banyak mengalami kekhawatiran akan hasil yang di capai dalam ujian tersebut. Harus seperti apakah yang bisa dilaksanakan oleh instuisi pendidikan kita? Apakah ini merupakan proses belajar yang salah ataukah kurang bergairahnya para siswa dalam mengikuti proses pendidikan setiap hari sehingga dikatakan gagal dalam pendidikan ?

Kembali lagi tentang hari Pendidikan Nasional, bahwa permasalahan lemahnya semangat para siswa harus disikapi secara serius oleh semua pihak baik para orang tua siswa, para teknisi pendidikan dan pemerintah. Ada baiknya duduk dalam satu meja untuk mencari solusi yang tepat dalam memajukan pendidikan nasional. Apabila di ajak secara langsung membahas tentang hal itu, lebih baik dan masingmasing mempunyai rasa tanggung jawab untuk menjawab tantangan bangsa ini ke depan dalam membangun pendidikan Indonesia yang lebih maju, bermartabat dan setara dengan bangsa lain dalam ilmu pengetahuan.


” Selamat Hari Pendidikan”

” Bertekad Untuk Memajukan Bangsa Indonesia Melalui Jalur Pendidikan “


Sumber: http://pramukaunila.wordpress.com/2010/02/26/makna-hari-pendidikan-nasional/ Ditulis dalam group racul info


Senin, 26 April 2010

Peraih Nilai tertinggi UN SMA se-Kalsel


Rosyi Amrina boleh berbangga hati. Siswa jurusan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) SMAN 1 Amuntai ini menjadi peraih nilai tertinggi Ujian Nasional (UN) se Kalimantan Selatan 2010.

"Keberhasilan ini berkat doa ibu dan belajar rutin di rumah selepas pulang sekolah," tutur gadis kelahiran Palangkaraya (Kalteng), 2 Juli 1992 ini.

Rosyi memang memiliki otak cemerlang. Sejak duduk di bangku SD Palangkaraya, anak pasangan H Jhon Sumardi (alm) dan Hj Murdya ini, sejak SD di Palangkaraya hingga di bangku SMA, ia selalu meraih rangking pertama di sekolahnya.

Bahkan, dalam kegiatan ekstrakurikuler sekolah, Rosyi selalu terpilih sebagai duta mewakili sekolahnya.

Berbagai prestasi pun sudah diraihnya antara lain Juara II Murid Teladan se Kalsel 2003, Juara II Matematik pelajar Terpadu Tingkat SD se Kalsel 2004, rangking I UN SLTP se HSU 2007, Juara II Lomba Pidato Bahasa Inggris tingkat SMA se Kalsel 2007 dan 2008.

“Banyak kegiatan yang saya ikuti selain aktif belajar di sekolah maupun di rumah. Dan hasilnya Alhamdullilah lumayan dan bisa mengharumkan nama daerah,” terang nya.

Rosyi mengaku tidak menyangka berhasil menjadi peraih nilai tertinggi UN 2010. Yang ada dibenaknya hanyalah bagaimana caranya agar semua mata pelajaran yang diujikan itu bisa lulus semua dengan nilai yang memuaskan.

“Setelah mendengar saya dikatakan menjadi peraih nilai terbaik se Kalsel, hati ini jadi deg-degan bahkan panas dingin rasanya,” ucap gadis berparas cantik ini.

Nilai mata pelajaran tertinggi UN yang diraihnya adalah mata pelajaran Kimia dengan nilai 10, Matematika 9,75, Biologi 9,25, Bahasa Indonesia 9,20, Bahasa Inggris 9,20 dan mata pelajaran Fisika 8,75.

Sumber: http://www.banjarmasinpost.co.id/read/artikel/42791/rosyi-amrina-peraih-nilai-tertinggi-un-sma-se-kalsel

Rabu, 21 April 2010

Mobil Goyang di Hutan Pinus

DI kota Banjarbaru, Kalsel, penikmat cinta ala mobil goyang saat ini memburu lokasi seperti di kawasan Hutan Pinus. Selain panorama Hutan pinus yang segar di mata, kawasan ini bisa dijangkau melalui berbagai alternatif jalan.

Bisa melalui Jl A Yani Martapura melintasi tepi jalan irigasi. Atau juga melalui jalan kota Banjarbaru lewat kawasan Jl Pangeran Suriansyah Mantaos, Jl Taruna Sungai Pari, Jl Komet Raya atau jalan Pinus II Panglima Batur Barat.

Lima tahun silam, ketika pengelolaannya masih terbengkalai kawasan hutan ini sempat marak menjadi sasaran ajang mesum pasangan cinta. Selain mobil goyang, kebanyakan sejoli hanya mengendarai sepeda motor. Mereka biasanya terlihat bersantai pada siang ataupun sore hari.

Tak hanya berderet di tepi irigasi, tapi sebagian nekad memasuki ke lokasi dalam hutan pinus, mojok diantara rerimbunan semak dan batang pohon besar pinus yang menjulang.

Kalau malam, di kawasan Hutan Pinus ini malah tak terlihat pasangan mesum. Itu karena keadaannya sangat gelap dan juga rawan kepergok para pemalak ataupun penjahat rampok yang sewaktu-waktu bisa muncul.

Anto (40) warga kawasan Hutan Pinus, malah mengaku sudah terbiasa mendapati pemandangan muda-mudi mojok pacaran di Hutan Pinus. "Biasanya bila melintas siang atau sore hari. Ada saja orang pacaran di hutan. Mereka boncengan sepeda motor atau pakai mobil,"aku Anto.

Tapi bila pakai mobil, apa yang dilakukan sepasang cinta dalam mobil tersebut sulit diketahui. Itu lantaran kaca mobil yang dipakai sengaja selalu gelap sehingga tak terlihat.

"Tapi dari kemunculan mobil di hutan, apalagi di dalamnya hanya berduaan laki wanita siapapun, sudah bisa menduga tujuan mereka. Pernah ada yang mau dipergoki, tapi begitu didekati mereka sudah keburu selesai," cerita Anto.

Pengalaman Andi (28) pegawai swasta warga Banjarmasin yang doyan main perempuan, mengaku bercinta di alam Hutan Pinus dalam mobil menjadi sensasi mengasyikkan.

"Sambil bersantai tepi Irigasi Hutan Pinus, bila suasananya sudah sip. Kita bisa capat 'main', istilahnya short time lah. Tapi kalau ada orang mendekat. Kita bisa cepat antisipasi menjauh. Kan kaca mobilnya gelap, jadi tak terlihat orang di luar,"ucap pemuda berkulit putih ini membocorkan pengalamannya.

Fried, Ketua RT4 RW2 Pinus Lama kelurahan Mentaos Banjarbaru, mengakui Hutan Pinus acapkali menjadi ajang sasaran pasangan mesum. Termasuk penikmat cinta mobil goyang.

"Tapi itu dulu, beberapa tahun lalu. Kalau sekarang jauh pasangan mesuk sudah berkurang. Apalagi pakai mobil karena pengelolaannya sudah lumayan oleh pihak PDAM Banjar Intan. Juga kepedulian warga sudah lumayan. Jadi mereka jadi segan datang karena takut kepergok,"ucap Fried.

Selain Hutan Pinus Banjarbaru, ada kawasan hutan lagi di kabupaten Banjar Kecamatan Karang Intan menjadi sasaran bercinta mobil goyang. Kawasan hutan Mandiangin.

Di sini malah paling seru. Tiap Sabtu dan Minggu, kawasan hutan Mandiangin di Desa Mandiangin Barat ini diburu pengunjung. Meski tak sebanyak dulu karena kondisi alamnya semakin merana tak terawat, tapi bagi pasangan muda-muda tetap menjadi pilihan menarik untuk lokasi bercinta.

Apalagi bagi peminat cinta mobil goyang. Biasanya, mereka meluncur menjanjaki kaki lereng bukit sampai puncak jalan sekitar telaga air. Sambil bersantai di warung-warung, mereka memojokkan mobilnya mencari posisi strategis. Sambil melihat panorama alam di bawah puncak, percintaan pun mengalir di dalam mobil.

Ijum (18) warga Mandiangin yang pernah membuka warung di kawasan ini mengaku, hingga sekarang kawasan Hutan Mandingin masih dikunjung para anak muda.

"Kebanyakan yang datang di Mandiangin ABG usia SMP, SMA. Biasanya laki perempuan ramai-ramai boncengan pakai motor. Kalau pasangan dewasa sering terlihat pakai mobil. Singgah di bawah, lalu naik ke bukit. Disana orang pacaran bebas sesukanya. Sore baru turun lagi keluar,"ucap Ijum .

Tak jarang ketika warga kebetulan naik ke bukit, mendapati pasangan anak muda lagi asyik bermesraan. Bila dianggap keterlaluan terkadang ditegur, tapi ada juga yang dibiarkan.

Yeyen (35) yang pernah kuliah di Banjarbaru, mahasiswa pencinta alam ketika mengikuti kegiatan lapangan di Hutan Mandiangin pada Sabtu Minggu, mengaku seringkali memergoki ulah pasangan mesum dalam mobil.

"Pokoknya bila ada mobil di atas bukit. Sudah pasti di dalamnya ada æmainÆ. Kami sering memergokinya. Tapi itukan ulah mereka, kita tak bisa juga melarangnya. Apalagi disini bebas masuk pengunjung umum,öucapnya.

Iwan (30), penikmat cinta mobil goyang, dulunya juga mahasiswa di Banjarbaru. Karena itu, ia berpengalaman mengenali medan Hutan Mandiangin. Iapun jadi berfantasi untuk mengajak pasangannya ke hutan ini.

"Paling sip datang Sabtu atau Minggu. Kalau hari lain, sepi jadi lebih rawan. Bisa-bisa kena palak. Tapi berangkatnya dengan kawan-kawan supaya tak kentara. Bila sudah di Mandiangin, acara pun masing-masing memilih lokasi,"tukasnya sambil tertawa.

Camat Karang Intan, Khairil Akhyar Ssos, mengakui kondisi kawasan Hutan Mandiangin semakin tak terurus. Selain menjadi ajang mesum, potensinya sebagai obyek wisata terkesan mati.

"Memang Hutan Mandiangin masih saja menjadi sasaran mesum. Itu karena pengelolaan dan pengawasannya minim sekali sehingga orang bisa bebas melakukan apa saja. Ke depan kita mengharapkan sekali ada pengelolaan serius, sehingga gaung sebagai obyek wisata benar-benar terangkat. Bukan ajang mesumnya yang malah tenar,"ucapnya prihatin.

Sumber:
http://www.banjarmasinpost.co.id/read/artikel/11019/sensasi-bercinta-dalam-mobil-goyang-di-hutan-pinus

Penerimaan CPNS Lagi


Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Hulu Sungai Utara, kembali membuka lowongan calon pegawai negeri sipil (CPNS) tahun anggaran 2010. Namun, demikian formasi maupun tanggal pelaksanaan penerimaannya masih belum ditentukan.

Kepala BKD HSU, Drs H Khairil Anwar MSi, Jumat (26/3/2010) kemarin, mengatakan, berdasarkan informasi dari Badan Kepegawaian Nasional (BKN) di Jakarta, pada tahun anggaran 2010 pemerintah berencana membuka lowongan CPNS.

Namun, lanjut mantan Camat Juai ini, formasi maupun jenjang pendidikan yang akan direkrut pada penerimaan CPNS 2010 hingga belum diketahui. Sebab yang menentukan formasi maupun jenjang pendidikan tersebut adalah satuan kerja perangkat daerah (SKPD) dan BKN.

"Hingga saat ini kita masih menunggu usulan dari SKPD dan petunjuk resmi dari BKN. Setelah itu baru kita ketahui berapa kebutuhan CPNS 2010 di Kabupaten HSU," tegasnya.

Dijelaskannya, berdasarkan kenyataan yang ada, di Kabupaten HSU tenaga bidan hingga kini masih kurang, khususnya di tempatkan di tiap-tiap desa.

"Mudah-mudahan pada penerimaan CPNS 2010 tenaga bidan tetap diperhatikan," pungkasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan HSU, dr Isnur Hatta, mengakui tenaga bidan dan dokter spesialis di HSU masih kurang. Saat ini yang tersedia baru 105 desa, padahal jumlah desa di HSU sebanyak 219 desa.

Sumber asli:
http://www.banjarmasinpost.co.id/read/artikel/39738/penerimaan-cpns-lagi

Dengan Senam Otak, Belajar Jadi Lebih Mudah


Kesulitan belajar adalah suatu kondisi dalam proses belajar yang ditandai dengan hambatan-hambatan tertentu, dalam mencapai tujuan belajar. Kondisi ini ditandai kesulitan dalam tugas-tugas akademik, baik disebabkan oleh problem-problem neurologis, maupun sebab-sebab psikologis lain, sehingga prestasi belajarnya rendah, tidak sesuai dengan potensi dan usaha yang dilakukan. Allan O. Ross, mengemukakan “a learning dificulty represent a discrepancy between a child’s estimated academis potential and actual level of academic performance”. The Nasional Joint Committee Learning Disabilities (NJCLD), mendefinisikan kesulitan belajar sebagai sekelompok kesulitan yang dimanifiestasikan dalam bentuk kesulitan nyata; dalam kemahiran dan penggunaan kemampuan, untuk mendengarkan, bercakap-cakap, membaca, menulis, berhitung, berbahasa, sampai kepada kemampuan persepsi motorik. Gangguan tersebut diduga, disebabkan oleh adanya disfungsi sistem saraf pusat.

The Board of Association for Children and Adulth with Learning Disabilities (ACALD), berpendapat kesulitan belajar lebih merupakan suatu kondisi kronis, diduga bersumber dari aspek-aspek neurologis, yang secara selektif mengganggu proses perkembangan, integrasi, serta kemampuan verbal dan performance. Jadi, kesulitan belajar pada dasarnya suatu gejala yang nampak dalam berbagai jenis manifiestasi tingkah laku (bio-psikososial) baik secara langsung atau tidak, bersifat permanen dan berpotensi menghambat berbagai tahap belajar siswa. Secara umum kesulitan belajar mempunyai pengertian yang luas dan terjabarkan dalam istilah-istilah, seperti: (a) learning disorder (ketergantungan belajar); (b) learning disabelities (ketidakmampuan belajar); (c) learning disfunction (ketidak_fungsian belajar); (d) under achiever (pencapaian randah); dan (e) slow learner (lambat belajar). Gejala-gejal tersebut, akan nampak dalam aspek-aspek kognitif, afektif dan psikomotorik, baik dalam proses maupun hasil belajar yang hendak dicapai.

Perlu diketahui, tidak semua siswa yang mengalami kesulitan dalam proses belajar dapat disebut learning disorder atau learning disabelities. Ada sebagian siswa, mungkin hanya mengalami kesulitan dalam mengembangkan bakatnya dan memperlihatkan ketidakwajaran dalam perkembangan alaminya. Sehingga, tampak seperti penderita berkesulitan belajar, namun ternyata hanyalah keterlambatan dalam proses pendewasaan diri. Para ahli telah menentukan kriteria-kriteria pasti, dimana siswa dapat dinyatakan sebagai penderita kesulitan belajar. Kriteria tersebut, tertuang dalam DSM (Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorder). Diagnosis yang didasarkan pada DSM umumnya dilakukan ketika individu mengajukan perlindungan asuransi kesehatan dan layanan perawatan kesehatan mental. Disebutkan, bahwa kesulitan belajar terbagi menjadi tiga kategori besar, yaitu: (a) kesulitan dalam berbicara dan berbahasa; (b) permasalahan dalam hal kemampuan akademik; dan (c) kesulitan lainnya, yang mencakup kesulitan dalam mengordinasi gerakan anggota tubuh serta permasalahan belajar yang belum dicakup oleh kedua kategori di atas.

Pertanyaannya sekarang, adakah sebuah konsep pelatihan (training) atau pendidikan pendamping (coeducational) yang mampu menyelesaikan berbagai kesulitan belajar yang ada atau minimal membantu menguranginya? Jawabannya “ada”, dengan bentuk pemberian senam otak (brain gym) secara rutin bagi siswa berpotensi kesulitan belajar. Senam otak (brain gym) adalah rangkaian latihan gerak sederhana yang dilakukan untuk memudahkan kegiatan belajar, membangun harga diri dan rasa kebersamaan. Rangkaian gerakan yang dilakukan, bisa memperbaiki konsentrasi belajar, meningkatkan rasa percaya diri, menguatkan motivasi belajar serta membuatnya lebih mampu mengendalikan stres. Itulah sebabnya, latihan ini sangat cocok untuk siswa terutama untuk menunjang belajarnya di sekolah. Senam otak juga sangat praktis, karena bisa dila¬kukan di mana saja, kapan saja dan oleh siapa saja, dengan porsi latihan yang tepat untuk hasil maksmimal sekitar 10-15 menit dan dilakukan 2-3 kali dalam sehari.

Latihan senam otak adalah inti dari Educational Kinesiology. Education berasal dari kata latin, yaitu educare yang berarti menarik keluar dan kinesiology berasal dari bahasa Yunani, yakni kinesis artinya gerakan. Jadi, kinesiology adalah ilmu tentang ge¬rakan tubuh manusia. Educational Kinesiology, untuk selanjutnya disingkat menjadi Edu Kinestetik, merupakan metode yang dikembangkan oleh Paul E. Dennison, seorang pendidik di Amerika dan Direktur Valley Remedial Group Learning Center. Metode yang diciptakannya ini bertujuan untuk menolong para siswa agar mampu memanfaatkan seluruh potensi belajar alamiahnya, melalui gerakan tubuh dan sentuhan, terutama bagi yang berkesulitan belajar atau dengan kebutuhan khusus. Konsep dasar senam otak adalah: (a) belajar merupakan kegiatan alami menyenangkan dan terus terjadi sepanjang hidup individu; (b) kesulitan belajar adalah ketidakmampuan mengatasi stres dan keraguan dalam menghadapi suatu tugas baru; dan (c) setiap individu mengalami kesulitan belajar, selama belajar untuk tidak bergerak. Jadi, senam otak adalah suatu usaha alternatif alami yang sehat untuk menyelesaikan sejumlah ketegangan (stress and anciety) pada diri individu dan orang lain.

Dennison memahami bahwa pusat belajar dan fungsi luhur manusia terpusat di otak, maka cara terbaik untuk menyelesaikan berbagai penyimpangan (abnormality) yang ada cukup dengan melatih dan memfungsikan otak secara optimal. Karena itu dalam konsep senam otak (brain gym), otak dibagi ke dalam 3 (tiga) fungsi sebagai dasar gerakan, yakni: dimensi lateralis (otak kiri-kanan); dimensi pemfokusan (otak depan-belakang) dan dimensi pemusatan (otak atas-bawah). Masing-masing dimensi jelas memiliki tugas tertentu, sehingga gerakan senam yang dilakukan dapat bervariasi.

Sejumlah penelitian (eksperimen), tentang efektivitas senam otak dalam membantu menyelesaikan berbagai kesulitan belajar siswa telah banyak dilakukan, diantaranya: (a) Riset yang dilakukan atas 60 siswa SD yang mengalami kesulitan belajar, jumlah yang sama banyak antara siswa pria dan perempuan dan dibagi menjadi tiga kelompok PPL Edu-K, gerakan Edu-K dan kontrol. Hasilnya menunjukkan bahwa kelompok PPL Edu-K (brain gym), memperlihatkan perbaikan yang lebih besar dalam keseimbangan statis dan prestasinya lebih baik, ketimbang kelompok kontrol. Hasil penelitian juga menunjukkan Edu-K dapat dipakai secara efektif dalam pengaturan pendidikan pendamping (coeducational) (Siftt, Josie M & Khalsa, 1999); (b) Eksperimen yang dilakukan atas 52 siswa, yang dipilih dari kelas pendidikan dengan kebutuhan khusus. Kelompok senam otak melakukan urutas aktivitas, sementara kelompok kontrol dilibatkan dalam gerakan random, selama sekitar 7 (tujuh) menit. Semua siswa diuji waktu tanggapan visual sebelum dan sesudah aktivitas gerakan. Hasilnya menunjukkan, bahwa siswa yang melakukan gerakan senam otak mengalami perbaikan pada tugas waktu tanggapan, sementara kelompok kontrol tidak (Siftt, Josie M & Khalsa, 2000) atau; (c) Eksperimen terhadap 28 siswa MTs dengan jumlah dan derajat inteligensi yang sama antar kelompok eksperimen dan kontrol. Kelompok kontrol diberikan gerakan-gerakan senam otak penggugah kecerdasan matematis dan kelompok kontrol gerakan acak. Hasilnya menunjukkan, bahwa kelompok eksperimen secara keseluruhan prosentase nilai matematikanya lebih baik (96,57%), ketimbang kelompok kontrol (94,75%) saat post-test, meski sama-sama mengalami perbaikan (Masykur Ag, Moch, 2007).

Berdasarkan prinsip dan realitas di atas, maka sangatlah perlu konsep senam otak (brain gym) dikembangkan sebagai keahlian (personal skill) pada individu atau peserta didik, agar mereka mampu mengembangkan potensi bio-psikososial nya secara mandiri, sehat, konstruktif serta menghindarkannya dari berbagai problem akademis dan psikologis.

Sumber:
Mengatasi Siswa Berkesulitan Belajar dengan Senam Otak
oleh Imam Nashokha, S.Pd.

Selasa, 20 April 2010

Terapi Enam Gelas Air*



Hanya dengan minum air putih, penyakit di bawah ini bisa disembuhkan. Anda tak akan percaya sebelum melakukannya. Di bawah ini daftar penyakit yang dapat disembuhkan oleh terapi ini:
Sakit Kepala, Asma, Hosthortobics, Darah Tinggi, Bronchitis, Kencing Manis, Kurang Darah, TBC Paru-paru, Penyakit Mata, Rematik, Radang Otak, Pendarahan di Mata, Lumpuh, Batu Ginjal, Mata Merah, Kegemukan, Penyakit Saluran Kencing, Haid tidak teratur, Radang/Sakit persendian, Kelebihan Asam Urat, Leukimia, Radang Selaput Lendir, Mencret, Kanker Peranakan, Gangguan Jantung, Disentri, Kanker Payudara, Mabuk, Pusing, Gamang, Ambeien, Radang Tenggorokan, Batuk, Sembelit dll.

Bagaimana Air Minum itu bekerja?
Meminum air putih dengan metode yang benar akan memurnikan tubuh manusia. Hal itu membuat usus besar bekerja lebih efektif dengan cara membentuk darah baru, dalam istilah medis dikenal sebagai aematopaises. Bahwa mucousal fold pada usus besar dan usus kecil diaktifkan oleh metode ini, merupakan fakta yang tak terbantahkan, seperti teori yang menyatakan bahwa darah segar baru diproduksi oleh mucousal fold ini.

Bila usus bersih, maka gizi makanan yang dimakan beberapa kali dalam sehari akan diserap dan dengan kerja mucousal fold, gizi makanan itu diubah menjadi darah baru. Darah merupakan hal penting dalam menyembuhkan penyakit dan memelihara kesehatan, dan karena itu air hendaknya dikonsumsi dengan teratur.

Bagaimana melakukan terapi ini ?

  1. Pagi hari ketika anda baru bangun tidur (bahkan tanpa gosok gigi terlebih dahulu) minumlah 1,5 liter air, yaitu 5 sampai 6 gelas. Lebih baik airnya ditakar dahulu sebanyak 1,5 liter. Setelah itu Anda boleh melanjutkan kegiatan pagi hari lainnya.
  2. Hal sangat penting untuk diketahui bahwa jangan minum atau makan apapun satu jam sebelum dan sesudah minum 1,5 liter air ini.
  3. Juga telah diteliti dengan seksama bahwa tidak boleh minum minuman beralkohol pada malam sebelumnya.
  4. Bila memungkinkan, gunakanlah air hangat, air rebus atau air jernih yang sudah disaring.


Apakah Mungkin Minum 1,5 Liter Air sekaligus?
Untuk permulaan, mungkin akan terasa sulit meminum 1,5 liter air sekaligus, tapi lambat laun akan terbiasa juga. Mula-mula, ketika latihan anda minum 4 gelas dulu dan sisanya yang 2 gelas diminum dua menit kemudian. Awalnya anda akan buang air kecil 2 sampai 3 kali dalam satu jam, tetapi setelah beberapa lama, akan normal kembali. Menurut penelitian dan pengalaman, penyakit-penyakit berikut diketahui dapat disembuhkan dengan terapi ini dalam waktu:

Sembelit - 1 Hari, TBC Paru-Paru - 3 Bulan, Kencing Manis - 7 Hari, Asam Urat - 2 Hari, Tekanan Darah Tinggi - 4 Minggu, Kanker - 4 Minggu.

Disarankan agar penderita radang/persendian dan rematik melaksanakan terapi ini tiga kali sehari, yaitu pagi, siang, dan malam satu jam sebelum makan - selama satu minggu, setelah itu dua kali sehari sampai penyakitnya sembuh.

Disarankan agar metoda diatas dibaca dan dipraktekkan dengan seksama. Sebar luaskanlah pesan ini kepada teman-teman, sanak saudara, dan tetangga - karena ini merupakan persembahan pada kemanusiaan. Dengan rahmat Tuhan, setiap orang hendaknya menjalani hidup sehat. "Bilamana Anda berpartisipasi dalam penyebaran informasi ini, Anda bagaikan seorang dokter yang telah menyembuhkan ribuan bahkan jutaan umat manusia".

* Prof. S Periasamy DIM & D ACC - Bohiraj Vedante Maharish Charity, Kantha Health And Research, Centre Karur 639006, TN India.